MUI SAMPANG, — Dari hati nurani yang paling dalam, Dominikus Klau, pria 55 tahun kelahiran Laen Au, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, yang kini tinggal di Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, mantap memilih Islam sebagai agama yang diyakininya.

Keyakinan tersebut diwujudkan melalui ikrar dua kalimat syahadat di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Senin (14/09/2026) sekitar pukul 14.12 WIB.

Ikrar mualaf Isa dibimbing langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Sampang KH M Itqan Bushiri. Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sampang KH M Mukhlas Fadlil, Wakil Bendahara Umum Mas’ud Cholili, Ketua Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Faisol Ramdhoni serta sejumlah pengurus MUI setempat.

Setelah membimbing Dominikus Klau mengucapkan dua kalimat syahadat, KH M Itqan Bushiri mengatakan keputusan Dominikus Klau untuk datang ke Kantor MUI Sampang dan mengikrarkan syahadat merupakan bagian dari perjalanan menuju kebaikan.

Karena itu, ia mengajak Dominikus Klau agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk terus belajar dan menjalankan ajaran Islam dengan baik.

“Alhamdulillah, pada kesempatan sore hari ini kita kedatangan tamu yang berkeyakinan untuk memeluk agama Islam. Kita sambut dengan bahagia saudara kita memeluk agama Islam dengan keyakinannya, dengan pilihannya, tanpa paksaan dan tekanan,” kata Kiai Itqan.

Kiai Itqan menjelaskan, sebagai seorang muslim sangat penting untuk memberikan kasih sayang dan perhatian kepada saudara yang baru saja memeluk agama Islam atau mualaf. Menurutnya, dalam agama Islam, mualaf juga termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat.

“Saudara kita yang baru masuk Islam masih lemah dari sisi keimanan. Maka perlu pendampingan, dikhawatirkan dia tidak bertahan kalau tidak ada pendampingan dengan baik,” jelasnya.

Dia berharap agar Dominikus Klau diberikan kemudahan serta kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalankan ibadah hingga menjauhi segala larangan-Nya.

“Semoga saudara kita yang baru masuk Islam diberikan kemudahan oleh Allah dalam menjalankan ibadah dan diberikan kekuatan dalam menjauhi segala larangan-larangan Allah,” pungkasnya.

Sementara itu, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Dominikus Klau mengaku merasakan kebahagiaan. Ia berharap dapat menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim dengan baik dan meminta doa agar diberikan kekuatan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.

“Memang murni dari hati. Ini memang dari hati sendiri tidak ada paksaan dari orang lain, sekarang saya merasa lebih lega, senang, dan bersemangat,” kata Dominikus.

Dominikus mengaku seluruh keluarganya telah menerima dan mendukung keputusannya untuk memeluk Islam. “Saya adalah orang pertama dari delapan bersaudara yang memeluk agama Islam,” ucap dia.

Kata Dominikus, saat ini dia mulai belajar ngaji. “Saya sudah mulai (mengaji). InsyaAllah, mudah-mudahan kita buat yang terbaik,” tandasnya.

Momentum ikrar tersebut menjadi awal perjalanan Dominikus Klau untuk mengenal Islam lebih dalam. Dengan bimbingan dan dukungan lingkungan sekitarnya, ia diharapkan dapat menjalani kehidupan sebagai muslim dengan keyakinan, ketekunan, dan terus meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama.