Dorong Sertifikasi Halal, MUI Sampang Fasilitasi Pelaku UMKM Lewat Bazar Takjil Ramadhan
MUI SAMPANG, — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Madura, KH Itqan Bushiri meninjau langsung puluhan stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal.
Pantauan dilokasi, di sela-sela kunjungannya, sejumlah pelaku UMKM juga tampak meminta doa dan dukungan dari Kiai Itqan, agar usaha mereka semakin berkembang dan segera memperoleh sertifikat halal.
Bazar tersebut dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo dan akan berlangsung selama 25 hari, dari tanggal 19 Februari hingga 15 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dirancang bukan hanya untuk menghidupkan suasana Ramadhan saja, tetapi juga mendorong para pelaku UMKM di daerah itu agar meraih sertifikat halal untuk usaha yang dijalankannya.
“Bazar takjil ini menjadi momentum untuk mendorong pelaku UMKM beralih dari produk yang belum jelas kehalalannya menuju produk yang telah melalui proses pendampingan dan sertifikasi halal,” ucap Kiai Itqan, di sela-sela kunjungannya dilokasi bazar, Jum’at (20/02/2026).
Menurut dia, proses sertifikasi halal membutuhkan waktu dan kesadaran dari masyarakat. Pada tahap awal, minat para pelaku UMKM untuk mengurus sertifikat halal masih tergolong rendah.
Bahkan, kata Kiai Itqan, para pendamping halal di Sampang sempat mengalami kesulitan karena kurangnya minat para pelaku usaha untuk mengikuti proses tersebut.
“Alhamdulillah, dengan adanya bazar takjil ini, banyak pelaku UMKM mulai tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh cara mendapatkan sertifikat halal,” ucap dia.
Saat ini, di Sampang telah tersedia lebih dari 50 orang pendamping halal yang telah dilatih. MUI juga bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memperkuat proses pendampingan dan sertifikasi.
Pengasuh Pondok Pesantren Assirojiyah tersebut berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi produk halal semakin meningkat.
“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama MUI dengan Kementerian Agama (Kemenag), serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang (Diskopindag). Dukungan juga datang dari berbagai pihak dan sponsor,” ungkapnya.
Produk yang dijual di Bazar Takjil Ramdhan UMKM Halal ini, lanjutnya, telah melalui proses pemeriksaan. Dirinya mengingatkan, kehalalan makanan merupakan bagian dari tuntunan Al Qur’an yang seharusnya menjadi perhatian utama umat Islam.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengkonsumsi produk yang sudah jelas kehalalannya karena didalamnya banyak hikmah. Salah satunya adalah tidak malas beribadah,” tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskopindag Sampang, Zaiful Muqoddas, menyampaikan harapannya agar seluruh produk UMKM, khususnya di wilayah Sampang, segera memiliki sertifikat halal. Ia menyebutkan, jumlah UMKM di Kabupaten Sampang telah mencapai hampir 100 ribu unit usaha dari berbagai sektor.
Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) juga telah membuka posko pelayanan pendaftaran sertifikasi halal, termasuk membantu pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar dapat terdaftar secara resmi. Tahun ini, program sertifikasi halal diberikan secara gratis sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku UMKM.
“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan produknya. Momentum bazar takjil ini menjadi kesempatan baik karena seluruh layanan kami buka hingga 15 Maret, dan gratis,” kata Zaiful Muqoddas. (Mukrim)***

Tinggalkan Balasan