MUI SAMPANG, — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) dan Kemenag Sampang akan menggelar Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai tanggal 19 Februari hingga 15 Maret 2026, dan akan dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo Sampang.

Plt Kepala Diskopindag Sampang Zaiful Muqaddas mengatakan, kegiatan ini tidak hanya untuk menyambut bulan suci ramadhan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal.

“Kami mendorong seluruh pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal agar segera mendaftarkan produknya. Pemkab Sampang dan MUI serta instansi terkait akan terus melakukan pembinaan agar proses sertifikasi berjalan lancar,” tegas Zaiful.

Ia menambahkan, bazar tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sampang bersama MUI dalam pengembangan ekosistem halal daerah.

Komitmen itu sebelumnya, kata Zaiful mendapat apresiasi dengan diraihnya penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Program Halal Terbaik di Jawa Timur.

“Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam ajang East Java Halal Industry Fest 2025 beberapa waktu lalu,” tandas Zaiful.

Ditempat yang sama, Kasubag TU Kemenag Sampang Wahyu Hifdayat menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Kemenag bersama MUI Sampang siap mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal.

“Kami sangat mendukung kegiatan strategis ini. Kami akan membantu penuh dengan mengerahkan seluruh penyuluh dan pendamping halal untuk melayani para pelaku UMKM yang hendak memperoleh sertifikat halal secara gratis. Apalagi target wajib halal bagi semua produk sudah dekat yakni pada Oktober 2026,” ucap Wahyu Hifdayat.

Sementara itu, Ketua Komisi Ekonomi MUI Sampang, Faisol Ramdhoni menyebut bazar ini berpotensi menjadi yang pertama di Madura dengan konsep takjil halal terintegrasi layanan sertifikasi.

“Insya Allah ini menjadi bazar takjil halal perdana di Madura. Mohon doa dan dukungannya agar semua bisa berjalan lancar,” kata Faisol.

Melalui bazar ini, diharapkan UMKM lokal semakin berkembang, memiliki legalitas dan sertifikasi yang memadai, serta mampu meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Sekadar diketahui, selain menghadirkan stand bazar UMKM, tahun ini panitia juga menyiapkan sejumlah inovasi layanan. Diantaranya pembukaan posko layanan konsultasi dan fasilitasi sertifikasi halal gratis, layanan legalitas usaha mikro, serta pusat informasi kajian ramadhan.